Pandangan Kuno dan Modern Tentang Aura Manusia

Pandangan Kuno dan Modern Tentang Aura Manusia

Manusia sudah mengenal aura ribuan tahun lamanya. Semula, mereka tidak membutuhkan bukti ilmiah akan adanya aura karena mereka dapat melihatnya dengan mata sendiri. Mereka harus melihat aura demi menyelamatkan nyawa mereka. Mungkin karena itulah mereka bisa saling mendiagnosis penyakit yang mereka derita. Seiring perkembangan, manusia menemukan keterampilan baru dan kehilangan keterampilan lama yang sudah tidak diperlukan lagi. Salah satu keterampilan lama ini adalah kemampuan melihat aura, meskipun orang-orang yang sangat peka masih bisa melakukannya.

Nenek moyang kita percaya akan adanya aura karena mereka melukisnya. Anda hanya perlu mengamati lukisan-lukisan religius untuk melihat interpretasi para seniman mengenai aura secara sangat jelas. Aura sering digambarkan sebagai lingkaran sinar di atas mahkota di kepala, atau sinar emas yang menyelubungi kepala.

rahasia buka aura

Selama zaman Victoria ada ketertarikan yang besat terhadap spiritualitas, sehingga mendorong banyak orang untuk menulis buku tentang pengalaman mereka. Aura sering kali disebut. Satu contoh buku paling terkemuka saat itu adalah The Boy Who Saw True, yang mengisahkan pengalaman seorang anak laki-laki yang melihat apa yang dia sebut sebagai “cahaya” yang melingkari kepala seseorang. Penulisnya, tidak diketahui, menentukan karakter seseorang berdasarkan warna cahaya itu. Dia, tentu saja, melihat aura seseorang.

Sejak itu, banyak orang memiliki kemampuan berhubungan dengan roh. Orang-orang yang memiliki kepekaan khusus menulis buku dan menguraikan kemampuan mereka melihat aura dan bagaimana hal itu dapat mereka gunakan untuk menolong orang lain.

Baca jugaCara Membuka Aura Pengasihan Agar Mudah Disayang Banyak Orang

Pandangan Modern Tentang Aura

Banyak ilmuwan menolak seluruh pemikiran tentang aura dan menganggapnya tidak masuk akal, tetapi ilmuwan-ilmuwan lainnya sibuk meneliti dan mencoba menemukan jawaban bagaimana terbentuknya aura dan cara kerjanya. Penelitian ini sangat menarik karena mengesahkan keyakinan para paranormal dan penyembuh selama berabad-abad: aura tersusun atas lapisan-lapisan energi yang semakin meningkat dan terus-menerus bergetar dan berubah.

cara melihat aura

Di Edwardian London, Dr. Walter J. Kilner adalah seorang ilmuan yang ingin mempelajari lebih banyak lagi tentang aura. Ia melihat hasil kerja para pendahulunya mengenai aura dan memutuskan bahwa jika memang aura benar-benar ada dan berubah menurut keadaan kesehatan pasien, aura dapat menjadi alat diagnosa yang sangat bagus bagi para dokter. Ia menciptakan layar Kilner untuk meliha aura dan menyatakan bahwa ia melihat ada tiga lapisan aura.

Pada pertengahan tahun 1930-an di Amerika, dua ilmuwan dari Yale bernama Harold Saxton Burr dan F.S.C. Narthop mengembangkan teori bahwa semua ciptaan dikelilingi oleh medan listrik. Mereka telah dapat membuktikannya dengan voltmeter.

Ilmuwan lain yang mengadakan penelitian mendalam tentang aura yaitu Dr. Victor Inyushin, yang bekerja di Universitas Kazakh di Rusia. Ia yakin bahwa aura tersusun atas medan energi yang disebutnya “bioplasmik”, yang berisi ion-ion, proton dan elektron. Ini sangat berbeda dengan empat wujud benda yang sudah kita kenal hingga sekarang: plasma, gas, cairan dan benda padat.

Penemuan-penemuan baru terus bermunculan. Anda belum perlu mengikut perkembangan terbaru dari terobosan para ilmuwan agar berhasil dengan aura. Yang Anda perlukan hanyalah meyakini aura dan ingin mengetahui lebih jauh tentangnnya.

Demikian ulasan pandangan kuno dan modern tentang aura manusia. Apabila anda ingin membuka aura keseluruhan tubuh anda silahkan untuk mengunjungi website: www.DivaAura.com